“Nanti akan kami komunikasikan, kalau bisa nanti akan kami upayakan mendapatkan bantuan lewat APBD, karena mereka ini kan pejuang pendidikan juga,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat pada Disdikpora Kudus, Arini Budi Utami mengungkapkan bahwa selama ini guru PAUD yang tergabung di Himpaudi memang belum memiliki gedung sekretariat.
“Untuk kegiatan rapat biasanya diadakan di TK atau KB yang punya aulanya,” tandasnya.
Berkenaan dengan usulan dari Himpaudi, Arini pun menyatakan akan menyampaikannya kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus untuk memutuskan kelanjutan dari usulan tersebut.
“Nanti akan matur dengan pimpinan (Kepala Disdikpora Kudus). Memang beberapa waktu lalu kita sudah berupaya untuk mencarikan, tapi sampai saat ini belum dapat, nanti akan kami matur ke Pak Kadinas,” tukasnya.
Untuk diketahui, saat ini terdapat sekitar 1.300 guru PAUD yang tergabung dalam Himpaudi Kabupaten Kudus, yang tersebar di 250 lembaga pendidikan, seperti Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan Paud Sejenis (SPS). ***
