Setelah diselidiki lebih lanjut, diketahui bahwa alasan listrik sering padam karena trafo yang mengalirkan listrik kelebihan mutan atau overload.
Petugas yang sebelumnya ditahan itu pun diperbolehkan pulang, namun satu unit kendaraan yang dibawa tetap ditahan.
“Biar mereka (PLN) bereaksi cepat untuk memperbaiki hal tersebut,” ucapnya.
Lebih lanjut, bila tadi malam permasalahan itu tidak diselesaikan, menurut Sarjoko ada indikasi warga akan ke PLN untuk protes.
Namun niat itu diurungkan, sebab PLN hari ini melakukan perbaikan dengan penambahan daya pada trafo agar tidak lagi mati listrik saat malam hari.
“Ketika sudah diperbaiki, kita sudah selesai,” kata Sarjoko.
Pihaknya mengungkapkan, listrik yang mati sangat merugikan warganya. Terlebih waktu malam hari sering digunakan untuk istirahat bersama keluarga dan anak-anak belajar.
Bahkan bila PLN tidak segera melakukan perbaikan trafo, warga sepakat untuk iuran untuk pengadaan trafo.
Di sisi lain, informasi yang diterima Sarjoko, banyak faktor yang mengindikasi trafo bisa kelebihan muatan.
Untuk itu, Desa Tumpangkrasak sangat terbuka bila memang ada sweeping atau penyelidikan terkait penggunaan aliran listrik di wilayahnya.
“Kalau mau menyelidiki kami welcome, yang penting warga bisa tidur nyaman, dan listrik tidak mati-mati lagi,” terangnya.
Di sisi lain, pihak PLN UP3 Kudus sampai saat ini belum memberikan keterangannya.***
