Pengerjaan jembatan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan. Proses pembangunan melibatkan sekitar 40 personel TNI bersama masyarakat setempat.
“Target kita pengerjaannya selama kurang lebih satu bulan. Mulai dari hari ini kita lakukan penyiapan lahan dan persiapan pembangunan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngembalrejo, Muhammad Zakaria, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan permanen yang telah lama dinantikan warganya.
“Bermanfaat sekali, sudah puluhan tahun ini jembatan belum terealisasi karena memang dananya belum ada. Dengan adanya instruksi dari Pak Prabowo, Alhamdulillah desa kami mendapatkan,” ungkapnya.
Ia menuturkan, kondisi jembatan bambu sebelumnya sangat memprihatinkan karena harus diperbaiki setiap tahun setelah rusak diterjang banjir.
“Sebelumnya jembatan bambu, tiap tahun warga harus membuat lagi. Kena banjir membuat lagi, kasihan warga,” katanya.
Jembatan ini memiliki peran vital karena menjadi jalur utama bagi berbagai aktivitas warga, mulai dari petani, pelajar, hingga akses menuju pasar dan tempat ibadah.
“Petani banyak dari sana lewat sini, pelajar dan mahasiswa juga lewat sini. Mau ke pasar Ngembal, ke masjid juga lewat sini, jadi sangat urgen harus dibuatkan jembatan,” pungkas Zakaria.
Dengan dibangunnya Jembatan Garuda, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih aman dan lancar, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Ngembalrejo.***
