Adapun lokasi longsor tersebut berjarak sekitar satu kilo meter dari kawasan objek wisata Air Tiga Rasa Rejenu. Didik memastikan bahwa di area atas sudah tidak ada orang. Sehingga, tidak ada yang terjebak karena akses jalan yang terputus.
“Tadi malam sudah calling-an, sudah pada turun.
Posisi di atas kosong. Selama musim hujan ini memang kalau ada pengunjung, cepat-cepat saya suruh turun ga boleh nginep,” tandasnya.
Didik melanjutkan, saat ini material longsor belum dievakuasi. Baik relawan, petugas Desa Tangguh Bencana (Destana) setempat masih melakukan pembersihan longsoran di wilayah Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kudus.
“Tapi jalan tidak bisa dilewati meskipun dilakukan pembersihan. Harus ada pengerjaan talud dan cor jalan. Terhalang baru besar,” ucapnya.
Bencana longsor ini bukan kali pertama terjadi di area jalan menuju kawasan Air Tigq Rasa Rejenu. Sebelumnya, longsor sudah terjadi di beberapa titik, namun sudah dievakuasi dan masih bisa dilalui meskipun harus benar-benar waspada.
“Yang menuju Rejenu sepanjang jalan sudah banyak longsor tapi kecil-kecil, ada juga jalan yang sudah hilang separuh juga. Ini tadi benar-benar tidak bisa dilalui,” tukasnya. ***
