“Rp 500 juta lagi tahun ini. Nanti tahun 2027 kita siapkan Rp 1 miliar,” katanya.
Sam’ani menjelaskan, pembangunan jalan dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Hingga kini, pembukaan jalan baru telah mencapai sekitar 500 meter.
“Baru sekitar 500 meter. Kita cicil karena keterbatasan anggaran. Semoga tahun 2030 selesai dan tembus,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengupayakan penganggaran setiap tahun agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai target.
“Nggih, kita usahakan setiap tahun ada kelanjutannya,” tegasnya.
Pembukaan akses jalan baru itu diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara Kecamatan Gebog dan Kecamatan Dawe, memperlancar mobilitas warga, memperpendek waktu tempuh antarwilayah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan sektor pariwisata dan usaha masyarakat di kawasan lereng Muria.****
