Menurut Supriyadi, peninggian badan jalan salah satunya dilakukan untuk mengantisipasi kondisi genangan. Selain itu, langkah tersebut diharapkan membuat pengguna jalan lebih nyaman saat melintas.
“Peninggian ini salah satunya berkaitan dengan banjir. Kedua, untuk kenyamanan berlalu lintas karena kondisi jalan sebelumnya kurang nyaman,” jelasnya.
Pada bagian jalan sepanjang sekitar 200 meter, PUPR juga akan melakukan pelapisan menggunakan beton mutu FS 41 dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter. Konstruksi tersebut menggunakan tulangan tunggal dan dilengkapi lapisan pondasi di bawahnya.
Pekerjaan turut mencakup pembangunan talud sepanjang kurang lebih 300 meter. Talud difokuskan pada bagian ruas yang sebelumnya belum memiliki konstruksi pengaman.
Supriyadi menjelaskan pelebaran jalan diperlukan karena ruas tersebut selama ini cukup sempit. Kondisi itu menjadi persoalan ketika kendaraan roda empat berpapasan.
“Kalau kendaraan roda empat berpapasan, pernah ada yang sampai keluar dari jalan dan masuk ke selokan,” ungkapnya.
Proyek peningkatan Jalan Pasuruhan Lor- Kencing tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp 3,9 miliar yang bersumber dari dana cukai.
Dengan peningkatan tersebut, PUPR Kudus berharap ruas jalan menjadi lebih kuat, aman, dan nyaman dilalui. Selain itu, peninggian serta pembangunan talud diharapkan dapat meningkatkan ketahanan jalan terhadap genangan dan kondisi lingkungan sekitar.***
