“Saya kan sudah tidak punya orang tua, waktu ibu meninggal waktu itu saya berfikir buat apa saya lanjutin gitu. Saya kuliah baru semester dua waktu itu. Bapak meninggal tahun 2018 waktu kelas 3 SMK,” kata dia.
Akan tetapi, Annisya yang terus mendapatkan semangat dari keluarga dan orang-orang disekitarnya termasuk para dosen, akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga menjadi lulusan terbaik.
“Waktu mau berhenti kuliah, saya terus diberi semangat sama orang-orang di sekitar saya, termasuk para bapak, ibu dosen. Dan Prioritas utama saya setelah ibuk meninggal ya kakak-kakak saya,” tuturnya.
Annisya mengaku, dirinya merupakan anak terakhir dari 4 bersaudara. Sebelum menyelesaikan pendidikannya di PGSD UMK, Annisya’ sudah mendapatkan tawaran mengajar di SD 3 Barongan.
“Alhamdulillah Maret akhir saya sudah mengajar di SD 3 Barongan,” tuturnya.***
