Investasi Emas Meningkat, Pegadaian Kudus Catat Capaian 160 Persen

Galeri 24 Pegadaian Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

Setiap outlet memiliki target masing-masing yang secara keseluruhan menopang kinerja cabang.

Untuk produk gadai, emas masih mendominasi barang jaminan. Endang menyebut sekitar 90 persen nasabah menggadaikan perhiasan maupun emas batangan, sementara barang elektronik jumlahnya relatif kecil.

“Sekarang masyarakat sudah lebih memahami bahwa emas nilainya stabil dan cenderung naik. Karena itu, emas menjadi pilihan utama, baik untuk digadaikan maupun disimpan sebagai investasi,” katanya.

Bacaan Lainnya

Selain layanan gadai, penjualan emas juga menunjukkan tren peningkatan. Galeri 24 milik Pegadaian Kudus kerap dipadati pembeli ketika stok tersedia. Bahkan, tidak jarang masyarakat harus mengantre karena keterbatasan pasokan emas fisik.

Untuk tahun 2026, Pegadaian Kudus menargetkan penjualan emas, baik secara tunai maupun cicilan, mencapai 13 kilogram dengan nilai hampir Rp40 miliar.

Hingga awal tahun ini, realisasi telah mencapai sekitar 4,8 kilogram atau setara 40 persen dari target.

“Melihat perkembangan saat ini, kami optimistis target tahun 2026 dapat tercapai, bahkan berpotensi terlampaui sebelum akhir tahun,” ucap Endang.

Sementara itu, Kepala Departemen Gadai Kantor Area Pati, Tarjo Ali Sofiin, menilai meningkatnya investasi emas tidak lepas dari perubahan pola pikir masyarakat yang mulai mengutamakan instrumen jangka panjang.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan harga emas cukup signifikan. Rata-rata mencapai sekitar 40 persen, bahkan pada 2025 kenaikannya lebih dari 50 persen. Ini membuat masyarakat semakin tertarik berinvestasi emas dibandingkan instrumen lain,” pungkasnya.***