“Kami berharap MoU ini bisa mempercepat transformasi dan perbaikan kualitas pendidikan di Kudus,” lanjutnya.
Hasan Chabibie juga menegaskan, potensi pendidikan di Kudus sangat luar biasa.
“DNA orang Kudus ini kan orang pinter dan cerdas. Ini warisan pendidikan dari Kanjeng Sunan Kudus dan Kanjeng Sunan Muria, dua wali yang menjadi cikal bakal orang Kudus. Kita semua tahu, bahwa warga Kudus ini kan senang belajar, senang ngaji serta menjadikan pendidikan sebagai hal yang penting,” terang Hasan.
Hasan Chabibie juga mendorong perbaikan kualitas pendidikan di Kudus, agar sumber daya terbaik di Kudus bisa semakin naik kelas.
“Saya yakin banyak warga Kudus yang pinter dan bisa memberikan dampak besar dari pendidikan. Perbaikan tata kelola data ini nanti akan menjadikan perbaikan pendidikan di Kudus menjadi lebih fokus dan tepat sasaran, pada akhirnya akan menjadikan program dan kebijakan dari Pemkab maupun Kemendikdasmen lebih presisi serta memberikan manfaat besar untuk warga,” jelas Hasan Chabibie, yang juga Kepala BKHM Kementerian Pendidikan.
Kepala Pusdatin Dr. Yudhistira Nugraha menegaskan bahwa penguatan kualitas pendidikan perlu didukung oleh data yang presisi dan akurat.
Dalam hal ini, Yudhistira menyampaikan betapa sinergi antara Pemkab Kudus dan Kemendikdasmen akan saling memperkuat kualitas pendidikan.
Dalam nota kesepakatan antara Pemkab Kudus dan Kemendikdasmen tentang pengelolaan dan pemanfaatan data pokok pendidikan ini akan memperkuat tata kelola data pendidikan di Kudus.
Nota kesepakatan ini juga menjadi penguat perbaikan kualitas pendidikan di Kudus.***
