Heboh Non-Biner! Lima Gender yang Diakui Suku Bugis, Apa Saja?

Ilustrasi gender. (Pixabay.com)

ZONANEWS.ID – Pengakuan seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin menghebohkan jagat maya ketika di depan dosen dia mengatakan sebagai non-biner atau tidak laki-laki tidak juga perempuan, namun di tengah.

Mahasiswa tersebut lantas diusir oleh dosen ketika mengatakan hal tersebut. Alhasil banyak pro dan kontra terhadap yang dilakukan mahasiswa tersebut.

Namun, rupanya tentang masalah gender, suku Bugis di Makassar telah memiliki pembagian gender sendiri dan diakui oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Setidaknya ada lima gender yang diakui dan memiliki peran masing-masing pada suku Bugis.

Secara umum peran gender adalah sekumpulan pola perilaku yang menjadi harapan sosial untuk ditampilkan secara berbeda oleh laki laki dan perempuan sesuai jenis kelamin.

Gender adalah identitas gender seseorang merupakan hasil bentukan dari pengalaman-pengalaman di masa lalu dan secara berkesinambungan dengan harapan seseorang sesuai dengan identitas gendernya.

Berikut adalah lima gender yang diakui oleh suku Bugis, sebagaimana Zonanews.id rangkum dari penelitian Sri Nurohim mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2018:

1. Oroane (laki-laki)

Oroane merupakan sebutan seperti laki-laki pada umumnya yang memakai pakaian dan berperilaku juga bertanggung jawab menafkahi keluarga.