Heboh Non-Biner! Lima Gender yang Diakui Suku Bugis, Apa Saja?

Ilustrasi gender. (Pixabay.com)

2. Makkunrai (perempuan)

Makkunrai adalah gender perempuan yang berpenampilan dan berperilaku layaknya perempuan pada umumnya.

3. Calalai (perempuan dengan peran dan fungsi laki laki)

Bacaan Lainnya

Calalai yang merupakan perempuan secara biologis akan tetapi memilih melakukan peran laki-laki dalam masyarakat Bugis. Hal tersebut tidak menjadi masalah bagi masyarakat Bugis yang masih tradisional dengan latarbelakang tradisi dan budaya, akan tetapi hal ini menjadi suatu pertanyaan dan masalah ketika masuk kedalam pandangan masyarakat umum.

4. Calabai (laki-laki dengan peran dan fungsi perempuan)

Calabai yang merupakan laki-laki secara biologis, tidak dapat menukarkan dirinya menjadi seorang perempuan seutuhnya, akan tetapi peran dan identitas gender dia tetap sebagai perempuan. Berpakaian dan memiliki sifat feminine adalah keputusan yang timbul dari hati karena merasa dirinya memiliki faktor X yang menyebabkan dia memutuskan menjadi Calabai.

5. Bissu (perpaduan dua gender yaitu perempuan dan laki-laki dalam satu tubuh)

Bissu adalah gabungan antara laki-laki dan perempuan) akan berbeda dengan identitas gender yang lainnya. Selain dianggap sebagai orang suci dan memiliki peran sosial yang penting pada masyarakat Bugis. Bissu pun tidak boleh menonjolkan salah satu identitas gendernya, baik itu sifat perempuannya atau laki-laki, jadi disini seorang Bissu harus bersifat netral.

Lalu bagaimana dengan peran gender seorang Bissu, hal ini menjadi tidak sesuai dengan ‘idealnya’ masyarakat umum. Tapi sekali lagi karena Bissu terdapat pada masyarakat tradisional, tepatnya masyarakat Bugis maka hal ini tidak dapat disalahkan juga, bahkan untuk menjadi seorang Bissu bukanlah hal yang mudah, selain tidak boleh condong terhadap jenis kelamin tertentu..***