Selain stunting, DKK Kudus juga mencatat angka yang cukup rendah dalam kasus underweight (kekurangan berat badan), wasting, dan overweight (kelebihan berat badan) pada data hasil SSGI yang dilakukan pada waktu yang sama.
Angka underweight sendiri tercatat 5,19 persen atau ada 36 balita, wasting tercatat 2,74 persen atau 19 balita, dan underweight tercatat 7,94 persen atau 55 balita. Sedangkan Total sasaran yang disurvei berjumlah 693 balita.
“Untuk yang E-PPGM (Elektonik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) atau penimbangan serentak yang dilakukan di posyandu dan puskesmas juga tidak begitu jauh angkanya di bawah 4 persen,” paparnya.
Nuryanto menegaskan, hasil memuaskan ini adalah buah dari upaya intervensi stunting yang telah dilakukan bersama berbagai pihak. Baik itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, fasilitas kesehatan, perusahaan, akademisi, hingga media massa.
“Terlebih ada gerakan Si Cantik (Aksi Cegah Anak Stunting dengan Intervensi Kolaboratif) yang kita launching pada Juni 2024 lalu,” tambahnya. ***
