KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus mulai mengantisipasi berkurangnya ketersediaan hijauan pakan ternak seiring memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena rumput dan hijauan lainnya merupakan salah satu sumber pakan utama bagi ternak ruminansia, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, mengatakan kondisi peternakan di Kabupaten Kudus hingga kini masih relatif aman. Kebutuhan air minum dan nutrisi ternak masih dapat diupayakan oleh para peternak.
Meski demikian, musim kemarau tetap perlu diantisipasi, terutama dari sisi kesehatan hewan. Perubahan kondisi lingkungan dan menurunnya ketersediaan pakan dapat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh ternak.
“Untuk antisipasi musim kemarau memang banyak kejadian di lapangan, utamanya kesehatan hewan yang harus kita perhatikan. Salah satunya dari sisi imunitas,” kata Arin, Sabtu, 5 September 2026.
Untuk menjaga daya tahan tubuh ternak, Dispertan Kudus masih melakukan sejumlah upaya, termasuk pemberian vitamin. Vaksinasi terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga tetap menjadi perhatian.
“Untuk menaikkan daya imunitas, kita masih melakukan beberapa pemberian vitamin. Kemudian kita juga masih konsen dengan vaksinasi PMK,” ujarnya.
Arin menyebut hingga saat ini belum terdapat kejadian akibat musim kemarau yang menimbulkan kerugian bagi peternak. Kondisi tersebut diharapkan tetap terjaga selama periode musim kering.
“Untuk sementara terkait dengan peternakan di musim kemarau ini alhamdulillah tidak ada kejadian yang merugikan peternak. Mudah-mudahan kondisi ini tetap terjaga,” ungkapnya.
Namun, tantangan mulai terlihat pada ketersediaan hijauan pakan. Memasuki musim kemarau, pertumbuhan rumput mulai menurun sehingga pasokan hijauan segar di lapangan tidak sebanyak saat musim hujan.
