Gubernur Luthfi Sebut Mahasiswa KKN Adalah “KPK” untuk Program RTLH di Desa Tempat Penerjunan

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Rektor UMK, Darsono dalam konferensi pers penerjunan mahasiswa KKN di Auditorium UMK, Selasa, 22 Juli 2025. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi secara langsung melepas ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata atau KKN Universitas Muria Kudus (UMK) tahun 2025 di Gedung Auditorium setempat, Selasa, 22 Juli 2025.

Total sebanyak 1.910 mahasiswa KKN UMK yang dilepas untuk mengabdi di 132 desa dan kelurahan di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus. Mereka akan menjalani KKN selama 29 hari, mulai 22 Juli hingga 19 Agustus 2025.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai ujung tombak dalam pendataan dan verifikasi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang menjadi salah satu program unggulannya.

Bacaan Lainnya

Ia meminta agar mahasiswa benar-benar terjun ke lapangan dan melakukan validasi secara langsung terhadap pendataan sasaran penerima program RTLH. Supaya, program dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut dapat tepat sasaran.

“Saya titip pesan mahasiswa benar-benar terjun ke masyarakat, melakukan wawancara dan validasi, mengeksplorasi kebutuhan masyarakat supaya pemerintah bisa membantu,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi saat memberi sambutan.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa menjadi bagian penting dari proses pengumpulan data yang akan menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.

Ia bahkan mengibaratkan mahasiswa KKN sebagai “Komisi Pemberantasan Korupsi” atau “KPK”-nya pendataan RTLH. Yang mana, mahasiswa KKN diminta untuk jujur, teliti, dan bertanggung jawab. Khususnya para mahasiswa UMK.

“Pengumpulan data yang akurat juga akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal sandang, pangan, papan, serta kesehatan dan pendidikan,” tambahnya.

Gubernur juga membeberkan bahwa terdapat  1.332.000 rumah tidak layak huni yang ada di Jawa Tengah. Sebanyak 17 ribu di antaranya akan mendapatkan program RTLH, yang mana 254 rumah di dalamnya berada di Kabupaten Kudus.

“Kami memiliki program untuk RTLH, satu rumah nilai bantuannya Rp 20 juta,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UMK, Darsono menyebut, KKN tematik tahun ini dilaksanakan di 132 desa dan kelurahan dari 9 kecamatan di Kabupaten Kudus, dengan fokus utama pada program Rumas Tidak Layak Huni (RTLH).

Ia berharap KKN ini dapat memberi dampak nyata di masyarakat dan menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan ekstrem di Kudus.

“Kami selalu menyesuaikan tema KKN dengan kebutuhan masyarakat. Jika tahun lalu kita fokuskan ke program pecegahan stunting, tahun ini fokusnya RTLH, karena memang itu yang saat ini menjadi perhatian utama dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton mengungkapkan, pentingnya menjaga nama baik, khususnya nama baik institusi, dalam hal ini Universitas Muria Kudus (UMK) di masing-masing daerah tempat mahasiswa KKN diterjunkan.

Ia mewakili Pemerintah Kabupaten Kudus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Muria Kudus yang secara konsisten melaksanakan kegiatan KKN sebagai bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa di desa-desa kami bukan hanya menjadi bagian dari proses belajar, tetapi juga menjadi energi baru dalam menggerakkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya di tingkat lokal. Dan yang terpenting, tetaplah menjaga nama baik almamater kalian dimanapun berada,” pungkasnya. ***