“Banyak juga yang DM (Direct Message atau pesan pribadi) di akun pribadi sata, jadi saya capture dan langsung kirim ke kepala dinas agar ditindaklajuti. Saya pengen gerak cepat,” bebernya.
Lebih lanjut, Bellinda menyadari bahwa beberapa pihak masih ada yang meremehkannya sebagai seorang Wakil Bupati. Selain karena perempuan, Ia juga masih berusia muda dan belum banyak pengalaman di bidang pemerintahan.
Oleh karena itu, Ia selalu belajar dengan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang telah berkecimpung di dunia pemerintahan sejak lama. Meskipun hanya kegiatan seremonial, tapi menjadi pengalaman penting untuk ke depannya.
“Saya lebih banyak tanya dalam dua bulan ini, saya kan belum pernah di pemerintahan, kalau Pak Bupati kan sudah dari dulu. Jadi, sama kepala dinas dan orang-orang lingkungan pemerintahan, saya tidak malu untuk tanya,” ceritanya.
Bellinda pun berharap, dengan segala upaya dan program yang telah disusun bersama Bupati Kudus saat ini, bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di Kabupaten Kudus ke depannya. ***
