Pernyataan serupa juga disampaikan oleh perwakilan Unpad, Juli Rejito. Menurut penjelasan Juli, hasil ujian real time tidak mungkin dibuat dalam bentuk real time saat itu juga keluar.
Perlu adanya proses skoring dengan beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Penghitungan, standarisasi, hingga didapat nilai akhir.
“Rangkaiannya panjang, jadi tidak mungkin langsung real time,” tegas Juli.
Dengan alasan tersebut, menurut Juli skor akhir bisa berubah. Karena skoring psikotes yang baru diketahui kemudian.
Akan tetapi hal tersebut dibantah salah satu peserta, Erfana Setyaningrum. Menurut keterangan Erfana, skornya yang berubah bukan nilai materi psikotes.
“Dari penjelasan Unpad, kenyataan bagi saya berbeda. Yang berubah itu malah skor materi umum dan khusus,” ungkap Erfana.
Kendati demikian, Erfana cukup bersyukur karena Unpad mengakui kesalahannya. Ia berharap, dengan rapat yang diselenggarakan hari ini menjadi titik awal untuk hasil yang lebih baik nantinya.***
