Eks Pemain Timnas Terkesan Sukun Youth Series III, Soroti Kehadiran Pemain Malaysia

Pertandingan tenis meja Sukun Youth Series III di Sukun Sport Center, Kabupaten Kudus. (Foto: Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Mantan pemain Tim Nasional Tenis Meja Indonesia yang kini menjadi pelatih SCM Lampung, Gilang Maulana, mengaku sangat terkesan dengan gelaran Sukun Youth Series III yang berlangsung di Kabupaten Kudus.

Ia menilai ajang yang terselenggara pada Jumat-Minggu, 13-15 Februari 2026, di Sukun Sport Center ini semakin berkembang dan menghadirkan atmosfer kompetisi yang positif bagi para atlet muda.

Menurutnya, kehadiran pemain asing asal Malaysia menjadi pembeda dibandingkan seri-seri sebelumnya. Tambahan peserta dari luar negeri tersebut dinilai memberikan warna baru sekaligus meningkatkan kualitas persaingan.

Bacaan Lainnya

“Atmosfer hampir sama ya, lawan-lawannya sama, hanya saja ketambahan dari Malaysia. Nah ini menjadi pengalaman baru bagi atlet, bisa menjadi bahan evaluasi,” terangnya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Pada seri ketiga ini, SCM Lampung menargetkan mampu bersaing di tiga besar, khususnya pada kategori U19 putra. Gilang menyebut peluang untuk menembus posisi tersebut cukup terbuka apabila para atlet mampu tampil konsisten sejak babak awal.

Meski di kategori tersebut terdapat tim kuat seperti PTM Sukun dan PTM Banom HIPMI Jateng yang diperkuat pemain kelas dunia, Gilang tetap optimistis anak asuhnya bisa memberikan hasil terbaik. Ia juga mengakui persaingan dari atlet Malaysia menjadi tantangan tersendiri.

“Dari SCM itu kami harapkan yang putra bisa masuk di posisi tiga teratas. Persaingan dari PTM Sukun dan yang dari Malaysia,” ungkapnya penuh keyakinan.

Kendati demikian, Gilang menegaskan dirinya tidak terlalu ambisius dalam memburu gelar juara. Ia lebih menekankan pentingnya proses pembelajaran bagi para atlet.

“Sebenarnya, secara pribadi saya tidak terlalu terpacu pada target juara, saya menekankan kepada anak-anak yang bertanding untuk belajar, belajar, dan belajar. Masalah juara itu bonus, kalau kalah kita latihan lagi dan lagi,” tegasnya.

Selain atmosfer pertandingan, Gilang juga mengapresiasi konsep penyelenggaraan acara yang dinilainya profesional. Ia bahkan menyebut momen Welcome Dinner mengingatkannya pada pengalaman saat masih aktif bertanding di ajang internasional.

Gilang berharap euforia Sukun Youth Series terus terjaga dengan penyelenggaraan rutin yang semakin ramai dan kompetitif di seri-seri berikutnya.

“Keren sekali saat Welcome Dinner kemarin seperti saat saya masih bermain di WTT luar negeri. Sukun Youth Series ini keren, ditambah ada pemain asingnya juga yang ikut bersaing,” pungkasnya. ***