KUDUS, ZONANEWS.ID – Setelah pengukuhan Bunda PAUD se-Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Kabupaten Kudus turut menindaklanjutinya dengan mengukuhkan Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, Rabu, 4 Juni 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Bunda PAUD Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani menyampaikan bahwa pengukuhan ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat melalui figur Bunda PAUD.
Mereka diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan sejak usia dini, dengan menjalin kerja sama erat bersama berbagai pihak. Pendidikan usia pra-sekolah menjadi fondasi penting bagi perkembangan anak ke jenjang selanjutnya.
“Kami bersinergi dengan berbagai pihak termasuk PKK, terutama dalam mendukung pendidikan anak usia pra-sekolah,” ujar Endhah, yang juga Istri Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.
Menurutnya, program pemerintah ini akan dijalankan secara merata di sembilan kecamatan se-Kabupaten Kudus. Pemerataan ini bertujuan memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan berkualitas, tanpa terkecuali.
Sebagai pendidikan awal, pendekatan yang digunakan di PAUD tidak sama dengan jenjang pendidikan formal lainnya.
Mengingat anak usia PAUD masih berada dalam tahap perkembangan bermain, pendekatan edukatif dilakukan melalui metode bermain yang menyenangkan dan mendidik.
“Kita memperlakukan anak-anak dengan pola pikir anak. Tidak bisa langsung membaca dan menulis, semuanya harus bertahap,” ujarnya.
Konsep bermain sambil belajar ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga anak tidak hanya bermain tetapi juga saling berinteraksi dan mendapatkan edukasi secara alami.
“Interaksi antar anak juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kemampuan sosial sejak dini,” tambahnya.
Selain pendekatan, sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi perhatian utama. Fasilitas seperti Alat Permainan Edukatif (APE) harus tersedia di setiap TK dan PAUD.
“Kalau APE-nya tersedia dan memadai, maka proses pembelajaran bisa berjalan lebih sinkron dan efektif,” tambahnya.
Dengan sinergi berbagai pihak, diharapkan Kudus dapat menjadi contoh daerah yang berhasil membangun fondasi pendidikan yang kuat dan merata. ***
