Dugaan Perekaman Anak Saat di Toilet Masjid Kudus, Ibu Korban Beberkan Kronologi Kejadian

Lokasi kejadian di toilet Masjid Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Seorang anak perempuan berusia lima tahun diduga menjadi korban perekaman saat berada di toilet umum kawasan Masjid Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Peristiwa yang terjadi pada siang hari itu tidak hanya menyisakan dugaan tindak pelecehan, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan keluarganya.

Ibu korban menceritakan, kejadian bermula saat ia menjemput putrinya di sebuah TK IT di wilayah Pasuruhan Kidul sekitar pukul 12.00 WIB pada Rabu, 29 Juli 2026. Saat itu, ia baru selesai membeli kain untuk keperluan usaha konveksi yang dijalaninya.

Bacaan Lainnya

Di perjalanan pulang, putrinya mengaku sudah tidak mampu menahan buang air besar. Menurut sang ibu, air di sekolah sedang mati sehingga anaknya tidak sempat menggunakan toilet sebelum pulang.

“Anak saya bilang sudah nggak kuat. Di sekolah airnya mati, jadi belum sempat buang air besar (BAB). Karena yang paling dekat ya toilet di masjid itu, akhirnya saya berhenti di sana,” ujar ibu korban, Kamis, 30 Juli 2026.

Setibanya di lokasi, ia mengaku memarkir kendaraan secara terburu-buru karena kondisi anak sudah sangat mendesak. Bahkan, kunci mobil sempat tertinggal di dalam kendaraan.

Ia kemudian mengantar putrinya masuk ke salah satu bilik toilet. Setelah memastikan kondisi sekitar aman dan hanya melihat seorang pria sedang berwudu, ia kembali ke mobil untuk mengambil kunci sekaligus mengecek anak keduanya yang masih berusia dua tahun.

Tak berselang lama, ia kembali menuju toilet. Saat itulah, ia mengaku memergoki seorang pria dalam posisi jongkok di dekat bilik yang digunakan putrinya.

“Saya kaget sekali. Saya lihat HP-nya mengarah ke bilik anak saya. Saya langsung teriak, ‘Astagfirullah, kamu lagi ngapain?’” katanya.

Menurut pengakuannya, masih ada bilik toilet lain yang kosong. Karena itu, ia menilai tindakan pria tersebut tidak wajar dan menduga telepon genggam yang dibawanya digunakan untuk merekam anaknya yang sedang berada di dalam toilet.

Pria yang diduga melakukan perekaman itu disebut langsung berpindah ke bilik sebelah setelah diteriaki. Saat dikonfrontasi, pria tersebut berdalih hanya hendak buang air kecil.