Dua Tim Mahasiswa UMK Raih Hibah PPK-Ormawa, Kembangkan Desa Sehat dan Wirausaha di Kudus

Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Universitas Muria Kudus (UMK) sukses memperoleh hibah pendanaan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-Ormawa) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). (Foto: Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Universitas Muria Kudus (UMK) sukses memperoleh hibah pendanaan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-Ormawa) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Pada tahun 2026, sebanyak dua tim mahasiswa PPK-Ormawa UMK mendapatkan pendanaan untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di desa mitra.

Kedua program yakni pengembangan desa sehat melalui budidaya tanaman obat dan hilirisasi produk jamu di Desa Wates, Kecamatan Undaan, serta pengembangan desa wirausaha berbasis hasil pertanian lokal di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus.

Bacaan Lainnya

Program-program tersebut dilaksanakan bersama kelompok masyarakat sebagai sasaran dan mitra kegiatan. Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat diarahkan untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan sekaligus mendorong penguatan kapasitas desa secara berkelanjutan.

Sejalan dengan pelaksanaan program tersebut, UMK juga mencatat peningkatan perolehan dana pengabdian kepada masyarakat melalui PPK-Ormawa sejak 2021 hingga 2026.

Capaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UMK dalam mendorong mahasiswa aktif berkontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan yang berbasis potensi dan kebutuhan wilayah.

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Sugeng Slamet menjelaskan, PPK-Ormawa tidak hanya berorientasi pada penerapan teknologi tepat guna, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan karakter dan soft skill sebagai bagian dari penyiapan sumber daya manusia unggul.

“Mahasiswa membaur dengan masyarakat untuk menyusun, mencari solusi, dan melaksanakan program prioritas bagi desa. Proses tersebut mendorong mahasiswa untuk mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, memiliki literasi teknologi informasi, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat,” ujar Prof. Sugeng.