Makanan yang tersedia meliputi nasi, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Dengan sistem ini, siswa dapat mengambil makanan secara bertahap sebelum menikmati hidangan bersama-sama.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, beberapa siswa ditunjuk secara khusus untuk membantu melayani teman-temannya dengan mengambilkan porsi makanan.
Mereka bertugas membagikan nasi, lauk, sayur, dan buah sesuai kebutuhan siswa lainnya. Meski melibatkan siswa dalam proses pelayanan, pelaksanaannya tetap berada di bawah pengawasan langsung petugas SPPG agar pembagian makanan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
“Jadi empat orang kayak ya, empat orang atau lima orang anak itu ngambilin nasi, ngambilin ayam, ngambilin tahu, ngambilin sayur, ngambilin buah. Nah, nanti ada satu petugas SPPG yang bantu ngam- amati, mantau aja gitu,” jelasny.
Respons positif ini menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan dalam mengevaluasi penerapan sistem prasmanan sebagai alternatif penyajian MBG di sekolah oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Termasuk nanti efektif atau tidak, berpengaruh dengan jam pembelajaran atau tidak, nanti itu akan jadi evaluasi,” terangnya.
Anggun juga menerangkan bahwa, selain SD 1 Prambatan Lor, sekolah lain di Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati juga ditunjuk untuk menjadi pilot project program MBG prasmanan.
“Tapi sekarang sudah berhenti, itu juga dari BGN yang menunjuk dan evaluasinya,” tukasnya. ***
