DPRD juga melihat peluang pemanfaatan sistem Smart LPJU. Teknologi ini memungkinkan kondisi setiap titik lampu dipantau secara digital. Ketika terjadi gangguan atau lampu mati, informasi dapat diteruskan ke pusat kendali atau command center.
Masan menilai keberadaan sistem pemantauan tersebut dapat membantu mempercepat penanganan gangguan di lapangan. Terlebih, teknologi yang ditawarkan mencantumkan jaminan penanganan maksimal 1×24 jam.
“Kalau ada teknologi yang baru dengan sistem garansi lima tahun, menurut saya tidak perlu pihak ketiga. Tujuannya agar ada pertanggungjawaban proses pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, baik meterisasi maupun penggunaan teknologi baru pada LPJU harus memiliki tujuan utama berupa efisiensi belanja daerah.
Pengurangan pengeluaran listrik nantinya dapat memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran ke sektor pembangunan lainnya.
“Kalau misalnya di Kudus mencoba 25 persen, artinya biaya yang dibayarkan ke PLN bisa berkurang dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan atau kebutuhan yang lain,” paparnya.
Sementara itu, DPRD Kudus juga masih menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu perhatian dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.
Sejumlah aspirasi masyarakat, seperti perbaikan jalan, pemeliharaan drainase, hingga kebutuhan penerangan jalan, masih banyak disampaikan.
Masan mengatakan setiap usulan tetap akan disusun berdasarkan tingkat kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.
“Program tersebut tetap disusun berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,” bebernya.
Untuk APBD 2027, pembahasan dijadwalkan berlangsung setelah rancangan anggaran disampaikan pada pertengahan September. DPRD Kudus berharap pembahasan dapat dilakukan secara efektif agar program yang telah ditetapkan bisa segera direalisasikan pada awal 2027.
Percepatan meterisasi LPJU diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan pelayanan penerangan jalan, tetapi juga mampu mengurangi beban belanja rutin pemerintah daerah dalam jangka panjang.***
