KUDUS, ZONANEWS ID – Pengembangan padi ketan di Kudus terus diperkuat untuk mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi hasil produksi petani.
Upaya tersebut dilakukan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan mengusulkan bantuan benih padi ketan untuk lahan seluas 3.480 hektare kepada pemerintah pusat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus, Isnuroso, mengatakan usulan bantuan tersebut disampaikan setelah pemerintah melakukan pendataan terhadap potensi produksi beras khusus, termasuk beras ketan.
Menurut dia, potensi ketan di Kudus diketahui cukup besar setelah adanya kunjungan Kementerian Koordinator Pangan bersama Kementerian Pertanian pada Juni 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pemetaan potensi produksi beras khusus di sejumlah daerah.
“Setelah dari Kementerian melihat ternyata potensi di Kudus itu besar, makanya di-support untuk bantuan berupa benih. Harapannya supaya tidak impor,” kata Isnuroso, Senin, 28 September 2026.
Salah satu wilayah yang menjadi sentra produksi ketan adalah Kecamatan Undaan. Dari sekitar 5.000 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut, sekitar 80 persen di antaranya biasa ditanami ketan.
Produksi ketan dari petani Undaan juga telah dipasarkan ke luar daerah. Salah satunya dikirim langsung ke Subang, Jawa Barat.
Isnuroso menyebut nilai jual menjadi salah satu pertimbangan petani dalam memilih komoditas ketan. Harga ketan yang dinilai lebih tinggi dibandingkan beras biasa membuat petani tetap mempertahankan tanaman tersebut.
“Memang tidak bisa melarang petani harus menanam padi, karena itu hak petani. Yang penting memiliki nilai ekonomis. Apalagi harga jualnya memang lebih tinggi dibanding beras biasa,” jelasnya.
Untuk usulan bantuan tersebut, kebutuhan benih diperkirakan mencapai 25 kilogram per hektare. Bantuan yang diajukan berupa benih, sedangkan dukungan sarana produksi lainnya, seperti pupuk, akan menyesuaikan dengan program yang diterima petani.
