Fitrianto berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat memberikan dukungan dan membangkitkan kembali semangat pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan di tingkat lokal diharapkan mampu memiliki daya tarik di pasar global.
“Harapannya memang pelaku usaha ada support kembali, semangat untuk meningkatkan usahanya agar naik kelas, yang semula hanya tingkat lokal ini bisa menarik di tingkat global,” jelasnya.
Usai kegiatan pembinaan, Dinas Perdagangan Kudus juga akan melakukan pemantauan terhadap pelaku usaha yang memiliki minat untuk melakukan ekspor.
Pendampingan akan mencakup persoalan perizinan dan legalitas, serta koordinasi dengan pemerintah provinsi agar produk potensial dapat dipromosikan melalui portal pemasaran produk ekspor.
“Produk yang menjadi sasaran pembinaan cukup beragam, mulai dari sektor fesyen, kriya, hingga produk nonkriya,” tambahnya.
Pemkab Kudus juga berupaya mengangkat berbagai produk lokal, termasuk produk ekonomi kreatif yang selama ini belum banyak mendapatkan akses pemasaran lebih luas, sehingga memiliki peluang untuk berkembang dan dikenal di pasar internasional. ***
