“Kami sudah menawarkan agar foto KIA dapat diambil orang tua di rumah dan dikirim ke kantor, namun banyak orang tua yang memilih difoto langsung di sekolah. Ini menjadi tantangan tersendiri, tapi kami tetap melayani dengan humanis,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Cendono, Kuntjoro Hadi, mengapresiasi program jemput bola Disdukcapil yang dinilainya sangat membantu sekolah maupun orang tua.
“Banyak orang tua yang sulit mengurus administrasi karena keterbatasan waktu dan harus mendampingi anak setiap hari. Program seperti ini sangat membantu, apalagi data sekolah kini terhubung dengan data kependudukan melalui aplikasi Dapodik dan Disdukcapil. Kesalahan penulisan nama atau perbedaan NIK sering menjadi kendala, sehingga layanan langsung seperti ini sangat bermanfaat,” jelas Kuntjoro.
Ia menambahkan bahwa melalui layanan jemput bola ini, pendataan siswa menjadi lebih akurat dan sinkron, sehingga memudahkan proses administrasi pendidikan maupun kebutuhan kependudukan lainnya.
Disdukcapil Kudus juga berencana menyambangi beberapa SLB lain di Kabupaten Kudus. Dari empat SLB yang telah dikunjungi, baru SLB Negeri Cendono yang memberikan konfirmasi kesiapan layanan. Tiga SLB lainnya masih menyesuaikan jadwal karena menjelang masa libur semester.
“Kami berharap seluruh siswa SLB dapat terlayani aktivasi identitas kependudukannya. Dengan memiliki identitas resmi, mereka dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan publik,” pungkas Soleh.
Program jemput bola Disdukcapil ini menjadi bukti bahwa layanan administrasi kependudukan tidak hanya tentang data, tetapi juga tentang mendukung hak-hak warga negara, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.***
