Diikuti Delapan Negara, MilkLife Superliga Junior 2026 Jadi Ajang Adu Mental Pebulutangkis Muda

Semangat para pebulutangkis muda mewarnai hari pertama penyelenggaraan MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin, 2 November 2026. (Foto: Istimewa)

Sedangkan Piala Yuni Kartika menjadi persembahan bagi juara U-17 Putri yang dibidik oleh PB Djarum A, PB Djarum B, Pelatprov Jatim, Gideon Badminton Academy, Mutiara Cardinal, Exist, C.Y. Foundation Badminton (China Taipei), Singapore Badminton Academy, Global Badminton Academy (Amerika Serikat), dan Polish Team (Polandia).

Adapun di nomor U-19 Putra, Piala Liem Swie King sudah menanti untuk diangkat oleh sang juara dan Piala Susy Susanti untuk juara U-19 Putri.

Di dua kategori ini, tujuh tim dengan komposisi empat klub Indonesia yaitu PB Djarum, Pelatprov Jatim, Jaya Raya, dan Power Rajawali, dan tiga tim asing, yakni C.Y. Foundation Badminton (China Taipei), Philippine, dan Hennan Province China akan bertarung habis-habisan menapaki tangga juara.

Bacaan Lainnya

Head of Business Unit – Dairy dari Savoria, selaku produsen MilkLife, Didiet Fadriana Abdulkadir, memberikan apresiasi kepada para pebulutangkis muda yang akan berjuang penuh semangat di tengah arena.

Ia berpesan, pengalaman yang dipetik ketika mengikuti MilkLife Superliga Junior 2026 dapat menjadi pijakan untuk berprestasi lebih tinggi lagi di masa mendatang.

“Selamat bertanding kepada para peserta. Jadikan ajang ini bukan hanya turnamen meraih gelar juara, tetapi juga sebagai wahana mengasah mental dan meningkatkan kemampuan bertanding sehingga kelak dapat memberikan prestasi yang lebih cemerlang di panggung dunia,” tutur Didiet.

Kehadiran China Bikin Peta Persaingan Semakin Dinamis

Manager Tim PB Djarum Fung Permadi, menyoroti peta persaingan yang tersaji di MilkLife Superliga Junior 2026. Menurutnya, absennya salah satu kekuatan tradisional, yakni Thailand serta kehadiran debutan internasional, China, membuat peta persaingan tahun ini menjadi sangat dinamis.

Untuk itu, target PB Djarum akan fokus pada esensi utama pembinaan usia muda di pertandingan sistem beregu. Pengalaman bertanding di level kompetitif tinggi diharapkan menjadi modal penting untuk regenerasi atlet nasional.

“Absennya tim-tim kuat asal Thailand seperti Banthongyord Badminton School membuat dinamika kompetisi sedikit bergeser, meski kami tetap mewaspadai keikutsertaan negara kuat lainnya seperti China dan China Taipei. Target utama kami bukan sekedar memburu gelar, melainkan memberikan jam terbang dan pengalaman bertanding beregu sedini mungkin kepada para atlet. Pengalaman penting ini dipersiapkan agar mereka siap mental ketika kelak mewakili Indonesia di kancah internasional,” ujar Fung Permadi.

Tahun lalu, PB Djarum berhasil mengamankan dua gelar juara yakni U-15 Putra dan U-19 Putra. Dominasi di sektor putra ini akan berusaha dipertahankan. Radithya Bayu Wardhana yang baru saja menyandang titel juara di ajang BWF World Junior Championship 2026, kini diandalkan di sektor U-19 Putra.

“Sejauh ini, menurut saya rival terberat adalah PB Jaya Raya untuk tim Indonesia. Kalau tim negara luar, kami belum tahu permainannya seperti apa. Tapi, apapun itu, saya berharap dapat memberikan penampilan yang maksimal dan bisa menyumbang poin untuk tim dan memberikan gelar juara bagi PB Djarum,” tutur Radithya.

Sementara itu, di sektor putri, atlet PB Djarum U-19 Putri, Atresia Naufa Candani, tetap optimistis ia dan timnya dapat meraih hasil optimal. Menurutnya, keberanian dan kekuatan mental saat menghadapi tekanan di lapangan menjadi faktor penting yang dapat menentukan hasil akhir pertandingan.

“Menurut saya, lawan terberat di turnamen ini mungkin berasal dari klub luar negeri. Namun, chemistry di tim kami juga sudah terbentuk karena sebelumnya kami cukup sering mengikuti turnamen beregu dengan pemain-pemain yang sebagian besar sama. Dari segi teknik kami tidak kalah dari pemain-pemain luar negeri. Pada akhirnya, pemain yang memiliki mental lebih berani akan mampu mengatasi tekanan dan situasi pertandingan di lapangan. Saya juga yakin kami mampu menjadi juara karena itulah targetnya,” ujar Atresia. ***