Bahkan, keluarga kretek (yang perusahaannya telah puluhan tahun tutup) ikut serta memamerkan koleksi bersejarah yang mereka miliki. Keikutsertaan keluarga kretek untuk memamerkan koleksi bersejarahnya, baru kali pertama ini terjadi.
Sedang pihak Djarum akan menampilkan demo melinting kretek, PT. Nojorono Tobacco International dengan becak pengangkut selongsong (kemasan) kretek, Museum Jenang Kudus dengan koleksi yang mengisahkan awal industrialisasi kretek.
Sedangkan Museum Kretek sendiri akan memamerkan koleksi yang merupakan hibah dari beberapa Pabrik Kretek tempo dulu yang belum pernah dipamerkan, salah satunya yakni dari Kretek Tjap Saboek.
“Perusahaan kretek di Kudus, menurut catatan sejarah, selalu berperan dalam kepentingan untuk bangsa dan negara pada masa pra-kemerdekaan maupun awal-awal NKRI,” tutur Mutrikah.
Pameran bersama ini dilakukan, lanjut Mutrikah, karena kegiatan di Museum Kretek dipandang merupakan agenda yang strategis untuk promosi wisata.
Dalam rangka pendukungan wisata edukasi, wisata sejarah dan budaya itu pula, dilakukan serangkaian pentas seni, lomba seni pelajar Kota Kretek (untuk siswa Tingkat SMP/sederajat dan SMA/Sederajat), serta fashion show. ***
