KUDUS, ZONANEWS.ID – Sejumlah pelaku biro perjalanan wisata di Kabupaten Kudus menyoroti dugaan praktik monopoli dalam pengelolaan kegiatan study tour sekolah.
Mereka meminta agar pelaksanaan study tour tidak hanya dikuasai oleh biro tertentu, sehingga seluruh biro perjalanan wisata yang memiliki legalitas dan memenuhi syarat dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk melayani sekolah.
Salah satu pelaku biro wisata di Kudus, Owner HMC Tour, Wahyu, mengatakan pihaknya berharap proses penunjukan biro perjalanan dilakukan secara terbuka dan adil.
Menurutnya, di Kabupaten Kudus terdapat banyak biro perjalanan wisata yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam melayani kegiatan study tour sekolah.
“Harapan kami main fair saja. Kudus itu bukan milik satu dua biro. Yang penting punya izin, punya kualifikasi, dan memenuhi SOP,” ujarnya.
Wahyu menilai, mekanisme pemilihan biro perjalanan seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah.
Menurut dia, sekolah dapat menentukan biro terbaik berdasarkan kualitas pelayanan, kesiapan armada, fasilitas, hingga harga yang ditawarkan masing-masing penyedia jasa wisata.
Ia menegaskan, apabila hanya satu atau dua biro yang terus digunakan, kondisi tersebut berpotensi mematikan usaha biro perjalanan lain di Kudus. Karena itu, ia meminta agar tidak ada praktik rekomendasi terselubung yang membuat persaingan usaha menjadi tidak sehat.
