Di SMA 2 Kudus, Dr H Musthofa Ingatkan Pelajar Untuk Saring Sebelum Sharing!

Anggota MPR Musthofa saat gelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dihadapan siswa-siswa SMA 2 Kudus (Foto: istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID  – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Dr H Musthofa, memberikan pesan tegas kepada generasi muda untuk selalu bijak dalam menerima dan membagikan informasi. Hal itu ia sampaikan saat mengisi kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Serbaguna SMA Negeri 2 Kudus, Kamis (7/8/2025).

Acara ini diikuti 150 pelajar dari kelas 10, 11, dan 12 SMA Negeri 2 Kudus. Mengangkat tema “Penerapan Ideologi Pancasila untuk membendung pergerakan orang-orang yang tidak puas dengan kinerja pemerintah”, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelajar tentang peran Pancasila dalam menjaga persatuan.

Dalam sambutannya, Musthofa menegaskan bahwa arus informasi yang deras di era digital membawa tantangan tersendiri. Menurutnya, informasi yang tidak diverifikasi kebenarannya bisa memicu kesalahpahaman dan bahkan perpecahan.

Bacaan Lainnya

“Saring sebelum sharing. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks yang justru merusak persatuan,” tegasnya.

Ia mencontohkan berbagai peristiwa di masyarakat yang dipicu oleh informasi keliru di media sosial.

“Banyak masalah yang seharusnya kecil menjadi besar karena diprovokasi lewat kabar yang belum tentu benar. Pancasila mengajarkan kita untuk musyawarah, bukan saling hujat,” lanjutnya.

Musthofa juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan itu harus dikelola dengan bijak agar tidak menimbulkan permusuhan.

“Kuncinya adalah saling menghormati. Pemerintah pun berpedoman pada nilai-nilai Pancasila untuk merangkul semua pihak,” ujarnya.

Materi sosialisasi disampaikan secara interaktif, mencakup empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Musthofa mengaitkan setiap pilar dengan kehidupan sehari-hari pelajar, mulai dari lingkungan sekolah hingga penggunaan media sosial.

Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Salah satu siswa bertanya, “Apa nilai-nilai Pancasila yang dijadikan pedoman pemerintah dalam mempersatukan banyaknya perbedaan pendapat dan persepsi masyarakat?”

Musthofa menjawab bahwa setiap sila memiliki perannya masing-masing dalam meredam perbedaan.

Menurutnya, Sila Ketuhanan menanamkan toleransi, Sila Kemanusiaan mengajarkan keadilan, Sila Persatuan menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya, Sila Kerakyatan menekankan musyawarah mufakat, dan Sila Keadilan Sosial memastikan kesejahteraan bersama.

“Kalau nilai-nilai ini kita pegang, perbedaan pendapat justru akan memperkaya bangsa,” katanya.

Kepala SMA Negeri 2 Kudus, Nur Afifuddin, mengapresiasi materi yang disampaikan Musthofa. Ia menilai pesan “Saring Sebelum Sharing” sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Harapan saya, siswa-siswi bisa menjadi agen penyebar informasi positif,” ujarnya.

Salah satu siswi, Anisa, mengaku mendapatkan pelajaran penting dari kegiatan ini.

“Ternyata Pancasila itu bukan cuma pelajaran di buku, tapi panduan hidup yang harus kita praktikkan, termasuk di dunia maya,” ungkapnya.

Acara berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna. Pelajar aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan, menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu kebangsaan.

“Gunakan media sosial untuk hal yang membangun. Jangan ikut-ikutan menyebar provokasi. Kita semua punya tanggung jawab menjaga persatuan bangsa.” Musthofa mengingatkan. (***)