Dia menambahkan, pembentukan desa ramah perempuan dan anak ini diharapkan dapat meluas ke desa-desa yang ada di Kudus.
Sehingga, Kabupaten Kudus dapat meningkatkan statusnya menjadi Kabupaten ramah perempuan dan anak berstatus madya.
“Tahun ini belum ada peningkatan, semoga munculnya desa ramah anak dan sekolah ramah anak di Kudus ini bisa mendorong peningkatan status tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lau, Kecamatan Dawe, Rawuh berharap peresmian desa ramah perempuan dan peduli anak ini dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya.
“Semoga menjadi percontohan bagi desa lain, sudah ada juknis yang dibentuk dan bisa dijadikan semacam panduan implementasinya,” ujarnya.
Peresmian desa ramah perempuan dan peduli anak ini juga dibarengi dengan peluncuran buku panduan desa ramah perempuan dan peduli anak. Buku tersebut berisi semacam panduan-panduan mengenai praktik baik pemberdayaan perempuan dan anak di desa. ***
