Disamping itu, setelah dilakukan riset sebelumnya, tanah di Desa Gulang juga cocok untuk ditanami jenis pohon mangga thailand. Sehingga, Aris menargetkan bahwa buah tersebut akan berkembang dengan baik di desa setempat.
“Perawatannya juga tidak sulit, cepat berkembang dan tiga tahun itu sudah bisa panen,” tandasnya.
Lebih lanjut, Aris mengungkapkan bahwa untuk mengoptimalkan penanaman bibit pohon mangga thailand tersebut, Pemdes Gulang telah bekerjasama dengan Universitas Muria Kudus (UMK) dalam hal pendampingan pertanian.
Pendampingan yang dilakukan, lanjut Aris, meliputi pemantauan proses pertumbuhan pohon, pembasmian serangga yang mengganggu pertumbuhan pohon, hingga penyuluhan kepada warga terkait langkah bijak dalam merawat pohon mangga thailand.
“Kita juga dapat support dari Dinas Pertanian Kabupaten Kudus terkait dengan penyuluhan pertanian juga,” imbuhnya.
Aris pun berharap, jika program ini berhasil maka dapat berdampak baik terhadap kesejahteraan masyarakat melalui perputaran ekonomi dari hasil panen buah tersebut. Hal ini pun ditargetkan minimal terjadi untuk tiga tahun mendatang. ***
