Debat Pilkada Kudus Selesai, Paslon Pertanyakan Ruang Bagi Perempan dan Anak Muda hingga Tata Kota

Foto bersama paslon 01 Samani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton (kiri) serta paslon 02 Hartopo dan Mawahib (kanan) bersama komisioner KPU Kabupaten Kudus usai debat terkahir paslon Bupati dan Wakil Bupati Kudus Pilkada tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Griptha Kudus pada Rabu, 13 November 2024. (Nila/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Debat terakhir antar pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kudus dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 telah selesai dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus pada Rabu, 13 November 2024.

Bertempat di Hotel Griptha, debat terakhir ini mengangkat isu strategis tentang “Membangun Kudus sebagai Kota Religius yang Layak Huni dan Bermartabat”.

Ketua KPU Kabupaten Kudus, Ahmad Amir Faisol menyampaikan, setelah debat publik selesai dilaksanakan, hasilnya akan dievaluasi oleh KPU Kudus bersama tim perumus dan panelis.

Bacaan Lainnya

“Mulai dari pra sampai acara hari ini, akan kami diskusikan dan menjadi bahan evaluasi internal kami,” katanya dalam sesi wawancara dengan awak media.

Faisol bersyukur, debat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Para pendukung yang hadir langsung juga kondusif, tidak ada keributan apapun di dalam ruang debat.

“Tadi ada sedikit catatan ada keributan di luar, dari aparat keamanan langsung sigap melerai,” ujarnya.

Lebih lanjut, debat terakhir kali ini terbagi dalam 6 segmen. Saling lempar pertanyaan oleh kedua paslon terjadi pada segmen kelima.

Baik itu dari paslon nomor urut 01, Samani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton maupun paslon nomor urut 02, Hartopo-Mawahib sama-sama yakin memberikan pertanyaan serta jawaban.

Kepada paslon 02, Calon Bupati Kudus Samani Intakoris mengajukan pertanyaan terkait bonus demografi hingga ruang bagi perempuan dan anak muda di Kudus.

Menjawab pertanyaan tersebut,Calon Bupati 02 Hartopo mengatakan bahwa bonus demografi bisa teratasi dengan adanya lapangan kerja yang memadai. Hal itu juga harus ditunjang dengan keahlian yang dimiliki anak muda dalam berkarya.

Baca :  22 Tim Sepak Bola Ikuti Sukun U17 dan U23 League di Kudus

“Kita bisa membekali mereka (anak muda dan perempuan) dengan keahlian dan modal, hal itu harus kita konsep lebih dulu,” jawab Hartopo.

Dengan dimilikinya keahlian, anak muda bisa berkarya dalam sebuah wadah UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Dari situ, anak muda bisa mendapatkan pendapatan.

“Dalam UMKM yang ada saat ini, kami (saat Hartopo menjadi Bupati Kudus 2018-2023) selalu mengadakan pendampingan dan pelatihan, hal itu bentuk kepedulian kami pada UMKM yang ada di Kudus,” lanjut Hartopo.