Saat musim ramai, khususnya Oktober hingga sekarang, penjualan per hari bisa mencapai 500 hingga 1.000 buah. Dalam satu bulan, total penjualan bahkan menembus angka hampir 20 ribu durian atau setara tujuh truk.
Untuk menjaga ketersediaan, stok mingguan minimal mencapai 5 ribu buah, dengan pasokan harian sekitar 500-700 durian.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi dan terjangkau. Mulai dari Rp40 ribu hingga Rp180 ribu per buah.
Sementara untuk durian premium, harga ditentukan per kilogram, seperti durian Bawor Rp120 ribu/kg, Musang King Rp250 ribu/kg, dan Duri Hitam mencapai Rp300 ribu/kg.
Menariknya, durian yang dijual tak hanya dalam bentuk utuh. Ada pula durian frozen berupa daging durian yang dikupas. Produk ini biasanya dipasok ke pabrik roti dan es di Semarang, serta ke pedagang es.
Durian lokal Jawa dan Sumatera menjadi favorit warga karena harganya terjangkau. Namun yang paling diunggulkan adalah sistem garansi.
“Kalau nggak enak, harus diganti. Biar pelanggan nggak kecewa,” tegasnya.
Salah satu pelanggan, Dika asal Prambatan Kudus, mengaku mengetahui lapak durian ini dari media sosial.
“Awalnya lihat di medsos, terus coba beli. Ternyata enak dan bisa tukar kalau nggak manis,” katanya.***
