“Maksut dari bantuan modal usaha ini agar KPM ini bisa berdaya, diberikan modal untuk pengembangan usaha sesuai dengan proposal yang diajukan,” tandasnya.
Winarno melanjutkan, Kabupaten Kudus mendapatkan lebih dari seribu kuota bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta untuk setiap keluarga yang kurang mampu.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa sudah ada sekitar 200 keluarga yang mencairkan bantuan modal usaha tersebut. Usaha yang digeluti oleh para penerima manfaat juga bermacam-macam, mulai dari kuliner, angkringan, jasa, dan lainnya.
“Kalau sudah ACC dan cair, akan didampingi sesuai dengan proposal yang diajukan. Kalau jualan angkringan yang bantuan modal usaha itu ditujukan untuk pengembangan angkringannya, seperti itu,” tambahnya.
Dengan begitu, keluarga yang telah graduasi atau lulus dari PKH diharapkan dapat melanjutkan kehidupannya dengan berdaya dan tidak terjebak dalam kemiskinan struktural.Sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera dan angka kemiskinan bisa ditekan. ***
