KUDUS, ZONANEWS.ID – Veteran asal Kabupaten Kudus, Mariyo (79), menjadi saksi yang masih mengingat jelas kala Indonesia berjuang untuk Merdeka.
Veteran perang Konfrontasi Indonesia-Malaysia ini menyimpan sejarah yang tidak bisa dilupakan. MAriyo menjadi salah salu pejuang Indonesia yang ditugaskan di Riau Lautan, wilayah Tanjung Pinang tahun 1996-1967.
Ditemui zonanews.id di kediamannya, veteran yang kini tinggal di Desa Lau, RT 7 RW 4, Kecamatan Dawe, Kudus berkenan membagi cerita saat dia berada di baris pejuang kala itu.
“Awal mula saya diajak kawan saya mendaftar sukarelawan dalam perang tersebut. Kalau dulu di front Nasional daftarnya,” kata Mariyo, Selasa, 16 Agustus 2022.
Setelah melakukan pendaftaran, jelang beberapa saat, ia dan kawan-kawan dikumpulkan untui kemudian melakukan pelatihan selama 1 bulan di kecamatan.
“Nah, habis latihan selama 1 bulan itu kemudian berhenti. Terus pulang ke rumah masing-masing. Baru setelah beberapa bulan, kita mendapat panggilan ke Kabupaten,” terangnya.
Mariyo yang mendapat panggilan tersebut, kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan. Tak berselang lama, ia pun kemudian mendapatkan panggilan ke Tangsi (barak) sebelum diberangkatkan ke Kepulauan Riu, Tanjung Pinang.
Dia bergabung di jajaran pejuang yang bertugas dalam perang Konfrontasi Indonesia-Malaysia sebagai pertahanan.
Muriyo menyampaikan, pengalaman buruk yang dialaminya bermula dari situ. Ketika mendekati waktu keberangkatan dan sampai di Stasiun Balapan, Surakarta, dia diminta kembali ke Tangsi.
“Entah bulan Juni atau Juli, ia tidak begitu ingat. Karena hampir dekat dengan G30S PKI,” kisahnya.
Tetapi ia sendiri tidak tahu bagaimana kepastiannya, keluh Muriyo, hanya ada kabar bahwa di tengah-tengah jalan ada cegatan (hadangan) oleh kelompok yang diduga PKI.
