Cerita Murdopo, Guru Lulusan SM3T di Kepulauan Anambas Ini Tak Kepincut Gabung CPNS

Murdopo, guru lulusan SM3T yang saat ini mengajar di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus. (MIA)

Murdopo mengatakan, saat itu dirinya berangkat bersama 25 pendidik dari berbagai delegasi universitas. Sedangkan, yang bertugas bersamanya di Desa Pasir Panjang ada 3 orang. Dia menjadi pendidik di SMP setempat.

“Ada SD dan SMP, saya ngajar yang SMP. Kalau SMA tidak ada, adanya di kepulauan lain. Dan yang sekolah di situ itu dari berbagai kepulauan lain, jadi bener-bener butuh perjuangan untuk sekolah,” tambahnya.

Di SMP tempatnya mengajar, tidak lebih dari 50 siswa yang belajar, mulai dari kelas 7, 8 dan 9. Sedangkan gurunya tidak lebih dari 15 pendidik, yang mana hanya tiga pendidik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Bacaan Lainnya

“Yang PNS waktu itu hanya kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru matematika. Lainnya malah ada yang tamatan SMA saja bukan sarjana. Kalaupun sarjana, ngajarnya tidak linier,” katanya.

Tantangannya saat mengajar ialah mengubah mindset belajar. Sebab, beberapa siswa diantaranya ada yang berusia dewasa. Sehingga butuh inovasi ekstra untuk memberikan pengajaran yang tepat.

Kendati demikian, semangat belajar dari anak-anak di Desa Pasir Panjang, kata Murdopo, patut diacungi jempol. Meski keterbatasan bahan bacaan, dan bahkan kondisi perpustakaan yang mangkrak, mereka tetap semangat belajar.

“Alhamdulillah bangunannya juga sudah layak dan dindingnya tembok, jadinya kondisi belajar bisa dikatakan cukup nyaman,” tuturnya.

Mudopo mengikuti program SM3T di Kepulauan Anambas sekitar setahun. Di sana, banyak pengalaman yang bisa Ia dapatkan, terutama bagaimana caranya bersyukur bisa belajar dengan fasilitas yang lengkap di perkotaan.

Bertepatan dengan momentum Hari Guru Nasional (HG) ke 59 Tahun 2023 ini, Ia pun berpesan kepada para guru agar terus memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak bangsa. Karena pendidikan sangat penting untuk kemajuan bangsa itu sendiri.

“Saya tidak pernah daftar CPNS atau pun PPPK, meskipun kalau saya daftar pun kemungkinan besar lolos karena saya punya sertifikasi SM3T. Tapi pengabdian saya nyaman seperti ini, bisa mendalami agama juga dan sudah bersyukur dengan gaji yang saya dapat,” ungkapnya.

Sebelum mengajar di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Murdopo mengaku mengikuti program profesi guru (PPG) SM3T di Univeristas PGRI Semarang (UPGRIS). Kemudian, mendaftar sebagai Kepala laborat di MTs Negeri 1 Karanganyar.

“Kemudian pindah sebagai guru kelas di SD Birrul Walidaian 2019 kemarin sampai sekarang,” tukasnya. ***