KUDUS, ZONANEWS.ID – Upaya serius untuk mengantisipasi aksi bullying atau perundungan di sekolah nampak di SMP Negeri 5 Kudus. Sekolah setempat menciptakan aplikasi pengaduan bagi siswa untuk ikut bersam-bersama mengawasi aksi perundungan.
Aplikasi tersebut dinamai SIANDUNG ESMAKU atau akronim dari Sistem Informasi Anti Perundungan SMP 5 Kudus. Inovasi ini sudah digagas sejak awal tahun 2023, namu baru bisa difungsikan dengan maksimal sejak tahun ajaran baru pada Juli 2023 kemarin.
Aplikasi ini diciptakan secara mandiri oleh Kepala SMP Negeri 5 Kudus bersama guru Bimbingan Konseling (BK) dan Guru Teknologi Informasi dan Komputer (TIK). Hingga saat ini, sudah banyak siswa yang memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melaporkan adanya indikasi perundungan.
“Banyaknya siswa yang mengadu bukan berarti kasus perundungan juga banyak. Justru, dengan aduan indikasi mengarah ke perundungan ini malah mencegah untuk tidak terjadi,” terang Kepala SMP Negeri 5 Kudus, Abdul Rochim saat ditemui pada Rabu, 20 Desember 2023.
Ia menerangkan, selama ini kasus perundungan yang mencuat ke permukaan hingga sampai viral di media sosial adalah kasus perundungan yang sudah terjadi. Namun, dengan adanya SIANDUNG ESMAKU, kasus tersebut bisa dicegah sebelum terjadi.
“Karna setiap siswa mengawasi, dan kalau ada yang mencurigakan seperti ada yang nggerombol di dudut sekolah, nanti diadukan di aplikasi itu supaya ditangani dengan cepat,” katanya.
