KUDUS, ZONANEWS.ID – Capaian treatment success rate atau angka kesembuhan pasien tuberkulosis (TB) di Kabupaten Kudus mencapai 85,05 persen, sepanjang Januari hingga September 2023.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Andini Aridewi pun menyebut, dengan angka tersebut, artinya capaian Kudus sudah mendekati target angka kesembuhan tahun ini yakni 90 persen.
Andini menyampaikan, tingkat kesembuhan pasien TB terbilang tinggi. Apalagi jika menjalani pengobatan secara rutin dan konsisten minum obat. Terlebih bila tidak disertai dengan penyakit penyerta.
“Kalau tidak ada penyakit penyerta, sudah diobati rutin dan konsisten minum obat, lalu tidak ada penyakit penyerta, kemungkinan besar bisa sembuh,” ucapnya.
Pihaknya menyebut, kelompok rentan yang tertular atau terkena penyakit TBC yakni kelompok usia produktif, mulai usia sekitar 15-55 tahun. Terutama yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC.
“Untuk temuan kasus di Kabupaten Kudus paling banyak itu di usia produktif, lebih dari 50 persen. Ini yang perlu kita wasapadai,” katanya, Selasa, 11 September 2023.
Pihaknya juga menerangkan, kalangan yang rentan itu jelas pada orang-orang yang dengan memiliki riwayat kontak dan memiliki resiko tertular, misalnya kontak dengan keluarga yang memiliki riwayat penyakit TBC.
“Kemudian, dipengaruhi dengan hygine sanitasi yang rendah serta input gizi yang kurang,” tambahnya.
Oleh karena itu, pihaknya rutin menggalakkan slogan TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh) penyakit TB. Tujuannya yakni supaya masyarakat bisa turut membantu menekan penyebaran penyakit ini.
Senada, Staf Program Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kudus, Abdul Ghofur menekankan bahwa pasien TB tidak boleh putus pengobatan sampai sembuh. Dimana, proses pengobatan pasien TB ini biasanya membutuhkan waktu sekira enam bulan sampai dua tahun.
“Perlu juga dukungan keluarga dan lingkungan, TB itu bisa disembuhkan, jangan sampai ada lagi diskriminasi terhadap pasien TB. Karena seringkali yang menyebabkan enggan dan kekhawatiran para pasien itu adalah diskriminasi masyarakat sekitar,” ungkapnya. (J05/A01)
