“Yang di puskesmas biar tidak gabut setelah jam 12.00, biar bisa ikut merasakan (memberikan pelayanan) di RSUD. Silahkan nanti dari teman-teman dewas (dewan pengawas) rumah sakit untuk membantu evaluasi untuk menghadapi persaingan,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Hakam mengungkapkan akan segera menindaklanjuti instruksi tersebut. Ia menyebut bahwa dari SDM dokter sudah siap untuk melakukan pelayanan rawat jalan hingga sore hari.
Namun, permasalahan yang perlu dikaji yakni terkait SDM perawat, petugas pendaftaran, petugas laboratorium hingga farmasi. dr. Hakam menyebut bahwa selama ini, meraka bekerja sesuai dengan jam kerja.
“Jadi kan tidak hanya dokter saja, kan dari pendaftaran selama ini jam kerja, lalu farmasi, dan akhirnya layanan penunjang, termasuk radiologi dan lainnya harus ada SDM. Ini kita segera kaji agar bisa dibuat layanan siang hari,” tuturnya.
RSUD Kudus akan segera menyusun konsep dan mempersiapkan SDM, agar penambahan jam layanan rawat jalan bisa dibuka secepatnya. Sehingga, masyarakat bisa merasakan manfaat dari rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan maksimal. ***
