Selain fokus pada pelayanan, Sam’ani mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen di wilayah.
Sinergi bersama pemerintah kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga perangkat daerah dinilai menjadi modal utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa.
“Bangun komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan seluruh unsur di wilayah. Kepala desa tidak bisa bekerja sendiri. Libatkan semua pihak agar persoalan-persoalan di desa dapat diselesaikan bersama dan program prioritas pemerintah berjalan optimal,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah desa mendukung berbagai program prioritas Kabupaten Kudus, mulai dari pengelolaan sampah, penurunan angka kemiskinan, percepatan penanganan stunting, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengajak para istri kepala desa untuk aktif menjalankan perannya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa.
Menurutnya, peran PKK sangat penting dalam memperkuat program pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan warga.
Tujuh kepala desa yang dilantik yakni Aris M. Tohris sebagai Kepala Desa Undaan Kidul, Rumiyatun sebagai Kepala Desa Rahtawu, Kasari sebagai Kepala Desa Sidomulyo, Merie Agustina Kusumaningdya sebagai Kepala Desa Demaan, Tri Purwanti sebagai Kepala Desa Burikan, Suwanto sebagai Kepala Desa Colo, serta Wahyu Saputra sebagai Kepala Desa Loram Kulon.
Enam kepala desa akan melanjutkan sisa masa jabatan hingga 2027. Sementara Wahyu Saputra akan memimpin Desa Loram Kulon hingga 2030 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.***
