Bupati Kudus Instruksikan ASN Jauhi Judol dan Pinjol, Perkuat Integritas dan Disiplin

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris memimpin apel pagi pegawai di halaman Pendapa Kabupaten Kudus. (Foto: Istimewa)

Tak hanya menyoroti persoalan kedisiplinan, Sam’ani juga meminta seluruh OPD meningkatkan kecermatan dalam menyusun dan menjalankan program pemerintah daerah.

Pembahasan Perubahan APBD 2026 dan RAPBD 2027 menjadi momentum bagi OPD untuk mengevaluasi kembali kegiatan yang telah direncanakan.

Anggaran yang terbatas harus diarahkan pada program yang memiliki tingkat urgensi dan manfaat tinggi bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Tolong dicermati semua kegiatan. Prioritaskan kegiatan agar efektif dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Sam’ani, efisiensi anggaran harus dilakukan dengan tetap menjaga kualitas pelayanan publik. Setiap program perlu memiliki manfaat yang jelas agar belanja pemerintah tidak sekadar terserap, tetapi benar-benar menghasilkan dampak bagi masyarakat.

Pada saat yang sama, Pemkab Kudus perlu memperkuat sisi pendapatan daerah. Berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) membuat pemerintah daerah harus lebih aktif melihat peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“TKD kita berkurang. OPD harus mencermati potensi pendapatan yang ada agar bisa dioptimalkan menjadi PAD. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencari potensi yang bisa meningkatkan pendapatan daerah,” katanya.

Sam’ani sebelumnya juga mengapresiasi kehadiran dan kedisiplinan jajaran Pemkab Kudus dalam apel pagi tersebut. Ia menyebut kekompakan dan integritas aparatur menjadi salah satu kekuatan penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Terima kasih atas kehadiran, kedisiplinan, dan integritas panjenengan semua. Mari kita sikapi kebersamaan ini untuk mengetahui kekuatan ASN di Kudus, sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Bupati.***