Bupati Kudus Ajak Mahasiswa Gelar Festival dan Bedah APBD, Dorong Transparansi Anggaran untuk Publik

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris (Tengah), Plh Dispertan Kudus, Didik Tri Prasetiya (Kiri) dan Mahasiswa DEMA UIN Sunan Kudus (Kanan). (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

“Secepatnya akan kami koordinasikan dengan dinas terkait dan teman-teman DEMA agar konsepnya benar-benar matang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Gagasan tersebut muncul setelah DEMA UIN Sunan Kudus menyerahkan hasil penelitian mengenai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Kudus. Penelitian dilakukan sebagai tindak lanjut audiensi mahasiswa dengan pemerintah daerah untuk mengukur efektivitas program dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kudus Ahmad Thoyyib Sertiyansyah mengatakan riset tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penyusunan kebijakan berbasis data.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyempurnakan program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, peneliti dari Kementerian Sosial dan Politik DEMA UIN Sunan Kudus, Muhammad Rifki Asofi, menjelaskan penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden, terdiri atas 30 pembeli dan 20 pedagang.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah berada dalam kategori sangat tinggi.

Program tersebut dinilai efektif membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Kudus.

Selain memaparkan hasil penelitian, DEMA juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah, mulai dari pemerataan lokasi pelaksanaan GPM, penguatan pemanfaatan pangan lokal, peningkatan frekuensi kegiatan pada masa rawan kenaikan harga, hingga evaluasi berkala terhadap dampaknya bagi daya beli masyarakat dan inflasi daerah.

Menanggapi hal itu, Sam’ani memastikan seluruh rekomendasi akan dipelajari dan ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait. Ia berharap sinergi dengan mahasiswa tidak berhenti pada riset GPM, melainkan berkembang menjadi kolaborasi dalam berbagai kajian kebijakan publik yang dapat mendukung pembangunan Kabupaten Kudus.***