KUDUS, ZONANEWS.ID – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kudus memberikan klarifikasi terkait persoalan fake GPS absensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah setempat.
Sebelumnya diberitakan bahwa puluhan ASN menggunakan Fake GPS dan Photo Location untuk memanipulasi sistem absensi ASN di masing-masing kantor instansi.
Kepala BKPSDM Kabupaten Kudus, Putut Winarno pun meluruskan bahwa manipulasi sistem absensi oleh puluhan ASN tersebut tidak menggunakan fake GPS maupun Foto Location. Tetapi mengakali absensi wajah mengggunakan foto.
“Kita tidak memakai fake gps, tapi pakai Sihadir (Sistem Informasi Kehadiran Pegawai) yang itu alatnya di masing-masing instansi. Manipulasinya itu pakai foto untuk absensi wajahnya,” katanya Winarno meluruskan, Minggu, 8 Juni 2025.
Ia juga menerangkan bahwa sistem kehadiran pegawai yang diterapkan di Kudus belum secanggih itu hingga memakai fake gps. Kendati demikian, tindak manipulasi absensi terus diantisipasi dengan patroli sistem rutin.
“Kalau ada anomali sistem kelihatan, kita selalu melakukan patroli sistem meskipun tidak ke lapangan langsung tapi tetap ketahuan kalau ada yang manipulasi,” tandasnya.
Winarno tidak menyangkal bahwa masih ada puluhan ASN yang melakukan tindak melanggar aturan tersebut. Namun, setelah dilakukan pembinaan, kasus tersebut berhasil ditekan dan kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Jadi sistem kita itu kelihatan kalau pakai foto untuk absensi, tidak langsung wajah,” tandasnya.
Pihaknya pun mengimbau agar seluruh ASN bisa mematuhi aturan yang ada dan tidak melakukan tindak manipulasi apapun, termasuk mengakali sistem absensi digital. Jika kedapatan mengulang tindak tersebut, maka akan dikenakan sanksi disiplin.
“Tentu sanksi disiplinnya bertahap, makanya kami imbau agar semuanya bisa menaati aturan yang berlaku,” tukasnya. ***
