lanjut Wahyu, saat melerai perkelahian itu, dirinya mencium bau minuman keras dari kedua belah pihak. Dan saat ditanya, korban mengaku baru pulang dari salah satu kafe karaoke yang ada di Jalan Lingkar Kencing.
“Sewaktu saya menayai korban yang saya selamatkan itu, berawal dari salah paham, mereka semua sama-sama mabuk dari kafe karaoke,” jelasnya
Ia menambahkan, saat mendengar beredarnya pesan di grup WhatsApp, adanya aksi pembegalan yang terjadi di sekitar warungnya itu, dirinya mengaku heran. Pasalnya, saat menolong korban yang dihajar oleh beberapa orang tak dikenal itu tidak dirampok.
“Itu bukan begal, saya yang menolong korban. Tidak ada barang yang hilang, motornya saya yang amanin, murni perkelahian karena salah paham saja,” ungkap Wahyu.
Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Cipto, melalui Kanit Reskrim Polsek Jati Ipda Khoirul Anam membenarkan adanya perkelahian di jalan Desa Pasuruan Lor tadi pagi. Menurutnya kejadian itu bukan pembegalan. Semuanya sama-sama pulang dari kafe karaoke dan terlibat kesalahpahaman.
“Bukan begal, ini korban dan saksi masih dimintai keterangan. Termasuk penyebab utama terjadinya perkelahian,” kata Ipda Khoirul Anam di Polsek Jati.***
