Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan bahwa sejauh ini warga Kudus telah menerima banyak BLT. Total sudah lebih Rp 150 miliar telah digelontorkan untuk BLT bagi warga Kudus. Terdiri dari berbagai macam bantuan. Baik itu BLT buruh rokok, bantuan pangan non tunai, dan bantuan lainnya.
“Iya memang sudah banyak BLT untuk masyarakat Kudus. Lebih dari Rp 150 miliar. Harapannya bisa bermanfaat dan tepat sasaran,” kata Hartopo saat ditemui di Balai pendidikan dan pelatihan (Diklat) Sonyawarih Menawan Kudus, Jumat, 7 Oktober 2022.
Hartopo juga berpesan agar masyarakat yang merasa sudah namun menerima bantuan, untuk bisa menyerahkan kepada yang lebih membutuhkan. Hal tersebut ditujukan akan bantuan bisa tepat sasaran. Ini mengingat bahwa bisa saja saat proses verifikasi data penerima ada kesalahan. Sehingga, warga yang tergolong mampu malah mendapatkan bantuan, sedangkan yang benar-benar membutuhkan malah tidak mendapatkan.
“Supaya ada kesadaran untuk dialihkan ke yang benar-benar membutuhkan dan berhak menerima,” tegasnya.
Sebagai informasi, pencairan BLT buruh rokok tahap kedua yang bersumber dari DBHCHT provinsi Jawa Tengah sudah dimulai sejak 1-6 September 2022 lalu. Sebanyak 24.277 orang buruh rokok telah menerima uang Rp 600 ribu secara tunai. Terdiri dari 24.186 orang buruh rokok Kudus dan 91 orang buruh rokok yang bekerja di luar Kudus namun ber-KTP Kudus. ***
