“Dia orang kaya, apa yang dicari? Duit udah banyak, jadi dia (Bellinda) sukanya membantu untuk Kudus, seperti yang saya lakukan selama ini,” terangnya.
Setelah menyatukan dukungan kader Partai Gerindra Kudus untuk pasangan Samani-Bellinda, H Haryanto yakin, mayoritas kader Gerindra Kudus akan ikut dengannya.
“Kalau saya sudah bergerak untuk Kudus, pasti semuanya akan bersatu,” tegas H Haryanto malam ini.
Di sisi lain, H Haryanto merasa kecewa dengan keputusan DPP Partai Gerindra yang tiba-tiba memberkan rekomendasi untuk pasangan Hartopo-Mawahib.
Sebagai dewan pembina, H Haryanto mengaku tidak diajak berdiskusi mengenai pemilihan bacabup dan bacawabup untuk Kudus. Padahal H Haryanto adalah Dewan Pembina Partai Gerindra untuk wilayah Kabupaten Kudus.
“Saya kecewa dengan keputusan DPP, saya juga tidak diajak rapat, padahal saya tahu siapa yang kira-kira bisa menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kudus,” katanya.
Meski begitu, H Haryanto memperkirakan 70 persen kader Partai Gerindra Kudus akan memilih pasangan Samani-Bellinda menjadi Bupati-Wakil Bupati Kudus periode 2024-2029. Sedangkan 30 persen lainnya akan mendukung Hartopo-Mawahib.
Setelah itu, sebelum para kader meninggalkan tempat, mereka juga menandatangani selembar kain putih sebagai bukti kesungguhan kader Partai Gerindra mendukung pasangan Samani-Bellinda di Pilkada nanti.
Penandatanganan itu pun diawali oleh H Haryanto, diikuti anggota DPRD Kudus Agus Wariono, lalu Abdul Basith Shidqul Wafa, hingga semua kader Partai Gerindra yang hadir dalam kegiatan temu kangen malam ini.***
