“Sampai 07.30 WIB sudah harus balik lagi ke kantor untuk memberikan pelayanan,” katanya.
Melalui gerakan tersebut, Pemkab Kudus berharap aktivitas belanja ASN dapat ikut membantu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pedagang di pasar tradisional.
Kehadiran ASN diharapkan turut meramaikan pasar sekaligus meningkatkan transaksi bagi pedagang kecil dan pelaku usaha setempat.
“Ekonomi ya, berefek ya, harapan kita ya membantu meningkatkan perekonomian, khususnya di pasar tradisional, meramaikanlah,” ungkap Tulus.
Untuk diketahui, gerakan ASN belanja di pasar tradisional telah dimulai sejak Oktober 2025 lalu. Program ini digagas oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris yang merespons kondisi ekonomi saat ini yang belum stabil, terutama di pasar tradisional.
Bupati meminta agar meminta agar ASN rutin belanja ke pasar minimal sebulan sekali. Hal ini ditujukan untuk mengembalikan geliat perekonomian pasar tradisional, yang saat mulai tergerus oleh pasar online. ***
