“Persiapan sudah 70 sampai 80 persen. Tinggal memantapkan chemistry dan teamwork,” jelasnya.
Menurut Wempi, keterbatasan waktu berkumpul menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi tim. Para pemain membutuhkan lebih banyak jam terbang bersama agar pola permainan semakin padu.
Untuk meningkatkan kekompakan, Perbasi Kudus berencana mengumpulkan para pemain menjelang pertandingan Porprov. Program tersebut diharapkan dapat menyatukan pola permainan.
Agus mengatakan pihaknya tidak ingin memaksakan terlalu banyak agenda uji coba karena harus mempertimbangkan kondisi anggaran. Menurutnya, kemampuan teknis para pemain sudah cukup sehingga latihan bersama menjelang pertandingan lebih diarahkan untuk membangun chemistry.
“Kami akan kumpulkan mereka untuk membangun chemistry. Secara teknis saya pikir mereka sudah cukup,” kata Agus.
Dari empat nomor yang diikuti, Perbasi Kudus menempatkan nomor 3×3 sebagai salah satu tumpuan utama untuk meraih emas. Sementara nomor lainnya ditargetkan menyumbangkan medali sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Target kami satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Kami realistis, tetapi kalau bisa lebih tentu kami syukuri,” ujarnya.
Target tersebut sekaligus menjadi upaya melanjutkan catatan prestasi basket Kudus di ajang Porprov. Pada 2018, tim basket putra Kudus berhasil meraih medali emas yang menjadi emas pertama dalam sejarah basket Kudus di Porprov.
Pada Porprov 2023, basket Kudus kembali membawa pulang medali dengan meraih perak pada nomor 5×5 putra dan perunggu pada nomor 5×5 putri.
Selain mengejar prestasi, Perbasi Kudus juga menjadikan pembinaan basket sebagai sarana membuka peluang pendidikan bagi atlet. Sejumlah pemain Kudus telah mendapatkan beasiswa di sekolah maupun perguruan tinggi di luar daerah.
Agus berharap prestasi di lapangan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan para atlet.
“Target kami bukan hanya medali. Saya juga ingin anak-anak mendapatkan beasiswa,” pungkasnya.***
