Dirinya berharap, di Arbuk gelombang dua ini dapat menelurkan sebuah produksi karya baru dan jaringan kolaborasi lebih luas.
“Kalau kemarin kita mengulas dan membedah tulisan orang, tahap ini harus ada kemajuan. Kolaborasi, produksi satu kekaryaan yang bisa membangun wacana,” imbuhnya.
Sementara, Natasya Zuliya Pratiwi selaku koordinator lumbungbaca menargetkan, buku antologi tersebut akan jadi pada akhir September nanti. Selanjutnya, kata dia, akan diluncurkan dan dibedah pada bulan Oktober, bertepatan dengan bulan bahasa.
“Target kami begitu, kita launching di bulan bahasa sekalian event literasi,” kata Natasya.
Buku tersebut, kata dia lagi, berisi tulisan-tulisan esai tentang lumbungbaca, literasi, dan perbukuan. Selain itu, juga kumpulan resensi yang sudah dibedah dan didiskusikan pada arisan buku tahap pertama.
“Ada esai, kumpulan resensi dan prolog dari KBPW. Kami harap bisa menyelesaikannya tepat waktu dan menjadi karya yang menarik,” harapnya.***
