Anggaran yang digelontorkan, kata Anggun, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024. Saat ini proses rehab sekolah masih dalam tahap perencanaan, namun SD Negeri 6 Hadipolo diupayakan agar dapat tertangani lebih cepat.
Sementara itu, Kepala SDN 6 Hadipolo, Sri Kristiani menyampaikan, kondisi bangunan atap yang ambruk nampak mengkahwatirkan. Genteng dan konstruksi kayu bagian atas kocar-kacir dan membuat ruang kelas tidak dapat difungsikan.
“Yang ambruk itu ruang kelas 2. Kalau kelas 2 memang sudah 3 bulan lalu diungsikan ke ruang guru (untuk kegiatan belajar mengajar),” terangnya.
Sedangkan untuk kelas 1 dan 3, Sri membeberkan bahwa siswa di dua kelas tersebut juga ikut diungsikan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan mencegah para siswa mendekati ruang kelas yang rusak.
“Kalau kelas 1 dan 3 tadi pagi kalau khawatir lihat nanti nek ketiban jadi dipindah ke perpus dan mushola,” tambahnya. ***
